Biaya laundry berbanding lurus dengan semangat mencuci

ilustrasi mencuci

Ilustrasi mencuci

Kira - kira seperti itulah hasil dari pengamatan saya selama beberapa tahun terakhir ini. Setidaknya itu yang saya alami terkait cuci mencuci dan jasa laundry. Ketika awal masuk kuliah pada tahun 2008 saya masih rajin mencuci. Entah karena memang semangat atau hanya karena ngirit. Namun semua keadaan berubah sejak negara api menyerang

Laundry 1 kg cuma Rp 1.250? Ya benar! Awalnya saya tidak percaya. Tapi percaya nggak percaya memang itulah kenyataannya pada tahun 2008. Laundry di daerah tembalang pada saat itu berkisar antara Rp 1.250 - Rp 3.000 tergantung jasa yang di minta apa. Kalau hanya ingin cuci kering masih bisa antara Rp 1.250 - Rp 2.000. Sedangkan cuci setrika antara Rp 2.000 sampain Rp 3.000. Karena serangan dari negara api itulah jadinya saya males nyuci baju sendiri. Setidaknya 1 minggu 1 kali atau paling lama 2 minggu 1 kali saya nglaundry dan kisaran harga yang harus saya bayarkan hanya Rp 3.000 karena biasanya hanya 2 kg saja (atau 3 kg).

4 tahun saya hidup di tembalang dan bertahan hidup secara nomaden, kebiasaan laundry saya pun nomaden. Saya pun mengalami bayar jasa laundry mulai dari harga Rp 1.250 sampai 3.000 per kg. Namun pada saat 1 atau 2 tahun terakhir kuliah saya juga sering mencuci karena memang lonjakan harga yang ada di tembalang waktu itu membuat saya terpaksa mengeluarkan energi saya untuk mencuci.

Setelah lulus kuliah, saya memutuskan untuk berpetualang di Jakarta. Mustahil! Ternyata di Jakarta untuk laundry aja harus merogoh kocek sebesar Rp 5.000 - Rp. 8.000 per kg nya. Bayangkan jika saya harus laundry 3 kg 1 minggu. Bisa - bisa saya cuma makan nasi sama tempe kripik aja tuh akhir bulan karena gaji saya tergolong kecil di Jakarta. Dengan semangat menggebu - gebu 1,5 tahun di Jakarta saya nggak pernah nglaundry lagi. Hehehe! Ini emang semangat atau ngirit ya??

Dikarenakan belahan hati saya masih kuliah di Semarang, jadi saya memutuskan untuk berpetualang di Yogyakarta mulai awal mei 2015. Saat itu ada tawaran kerja di tempat lain. Setelah di Jogja, 1 bulan pertama saya masih semangat untuk nyuci. Ketika tau kalau biaya laundry di dekat kos saya cuman Rp 2.000/kg-nya, semangat saya pun hilang! hahaha :D Hampir 3 bulan terakhir ini tiap 1 atau 2 minggu saya menggunakan jasa laundry lagi. Saya mengenang kisah - kisah laundry murah di Semarang waktu kuliah dulu. Pastinya biaya laundry di tembalang udah nggak seperti dulu lagi.

Kesimpulan

Anggap saja b adalah biaya, s adalah semangat, d adalah isi dompet kita. Secara matematis dapat kita nyatakan sebagai :

1
s = d * b

Intinya semakin besar mahal biaya laundry maka semakin besar semangat untuk mencuci sendiri mental ngirit. Semakin kecil murah biaya laundry maka semakin kecil semangat untuk mencuci.

1
d = s / b

Dompet kita akan lebih gendut jika semangat mencuci lebih besar, sebaliknya dompet kita akan seksi kurus kalau semangat mencuci kecil.

How about you guys? How about you, Maknik?