Hari ini, 30 September 2014, iseng - iseng cari ilmu saya ikutan Google Developer Group (GDG) yang diadakan di Jogja Digital Valley (JDV). Tema yang diangkat yaitu bagaimana membangun startup yang bernilai.

Sempat mati listrik 1 jam, tak membuat para peserta bosan menunggu. Tapi, karena saya terlalu lapar jadi sambil menunggu listrik menyala lagi saya mampir angkingan dulu untuk mengisi perut.

Meetup di bagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, yaitu sesi presentasi dari CEO Lendabook. Beliau menceritakan perjalanan, success story, dan seluk beluk mengenai Lendabook. Lendabook merupakan social media yang memfasilitasi pengguna untuk dapat saling berinteraksi dengan interest yang sama, yaitu buku. Pengguna dapat meminjam buku melalui Lendabook. Saya sendiri belum mendaftar Lendabook jadi belum bisa bercerita banyak.

Lendabook sendiri awalnya terinspirasi dari Tumblr salah seorang seorang foundernya lalu berkembang menjadi tugas akhir dan berkembang lagi menjadi startup. Lendabook bertujuan untuk memfasilitasi pengguna yang ingin membaca buku akan tetapi tidak mampu untuk membelinya. Jadi, bisa saling pinjam meminjam di Lendabook.

Sesi kedua merupakan sesi diskusi panel dengan empat pembicara, yaitu salah seorang Doktor dari UGM, CEO Kibar, CEO Soybeansoft, dan Direkut Gamatechno. Sesi ini membahas tentang bagaimana untuk memulai startup, tips - tips agar bisa survive dan bersaing, bagaimana kondisi ekosistem startup di Indonesia, bagaimana membangun tim. Yang membuat saya tertarik yaitu beberapa pembahasan mengenai :

  • Membangun tim dalam startup
    Tim yang bagus adalah tim yang terdiri dari kerjasama beberapa ahli dalam bidangnya. Bidang - bidang yang setidaknya harus ada yaitu bidang teknologi (developer), bidang design, dan bidang marketing (bisnis).
  • Tujuan jelas membangun startup Inilah yang paling saya suka. Jadi kita membuat startup itu tidak hanya ngekor ataupun ikut - ikutan dengan arus. Startup yang akan bertahan adalah startup yang bermanfaat dalam kehidupan atau startup yang memberikan banyak fungsi. Kalau hanya sekedar keren - kerenan doang akan sulit tidak akan di lirik investor.

Saya heran sendiri, mengapa sampai sekarang saya belum berminat untuk membuat startup. Mungkin karena melihat beberapa teman saya yang membangun startup dengan genre yang sama. Ujung - ujungnya hosting, web / mobile development (agency). Saya pun berfikir apakah membangun startup hanya untuk kepentingan bisnis belaka? Apakah sebuah startup itu sendiri dapat menyelesaikan masalah dan menciptakan inovasi? Ataukah startup hanya untuk UUD (ujung ujungnya duit)? Kadang saya bertanya kepada diri sendiri, perlukah membuat startup kalau ujungnya hanya akan bermuara ke dalam kehidupan yang materialistis? Apakah kesuksesan hanya diukur dengan menjadi seorang Founder startup / CEO perusahaan / Gaji tinggi ?

Tapi, overall saya puas mengikuti GDG kali ini. Saya mendapatkan ilmu yang menarik dan pemikiran - pemikiran yang tidak kalah menarik. Semoga saya berkesempatan untuk mengikuti meetup selanjutnya.

*mohon maaf saya lupa nama pembicaranya.