Belakangan ini ada pikiran yang sangat mengganggu saya. Saya menghabiskan waktu 8 jam di dalam ruangan jadi punya banyak waktu untuk mengamati orang - orang sekitar saya. Suatu hari saya mendapati seseorang izin sakit. Terlihat sepintas tampak wajar, manusia bisa saja sakit. Lalu saya melihat si tersangka update timeline facebook dengan share sebuah quote :

Quote FB

Sepintas yang saya pikirkan, Absolutely Agree !

Keluarga memang lebih penting dari pekerjaan. Apapun alasannya keluarga tetaplah nomor 1. We’re replacable so don’t be afraid to prioritize your family. Anda juga pasti akan setuju dengan quote tersebut. Quote tersebut sangat on time karena si tersangka memang pada hari itu izin sakit.

Wajar kan? But wait …. I think something went wrong. This is not correct. You don’t have the right to force what you think to other people when you don’t have any integrity to your job …

Saya setuju dengan quote tersebut. Namun, saya tidak setuju si tersangka bicara seperti itu. Saya pikir si tersangka tidak pantas untuk bicara tentang hal itu seakan - akan dia dihadapkan dengan pekerjaan di kantor dan keluarga.

Jika saya cermati, si tersangka memang senior di kantor. Jika Anda ingin tahu, si tersangka memang banyak proyek sampingan yang dikerjakan pada waktu malam. Baik itu dikerjakan di rumah atau kadang di kantor. Si tersangka juga menghimpun orang lain (tim) untuk mengerjakan proyek tersebut.

Bukan maksud saya iri atau apapun segala hal yang berbentuk negatif. Akan tetapi, sangatlah tidak etis jika kita mengerjakan banyak pekerjaan dan fisik kita tidak kuat lalu jatuh sakit. Kemudian setelah itu, dengan entengnya quote tersebut seakan - akan berbicara “saya sakit karena saya bekerja di kantor dan saya lebih memilih keluarga daripada pekerjaan kantor”.

Oh, come on! Saya tahu malamnya Anda masih ke kantor. Artinya Anda sakit karena Anda terlalu banyak pekerjaan. Saya setuju dengan izin sakit, tapi saya tidak suka sakit karena terlalu banyak pekerjaan yang bukan dari kantor. Sampingan sih sah - sah saja. Tapi kalau sudah menggangu kondisi di kantor, artinya integritas Anda sudah rusak.

Saya memandang sebuah pekerjaan adalah amanah. Jika kita tidak sanggup menerima amanah maka kita tidak pantas untuk mengeluh. Apalagi semakin banyak amanah artinya semakin banyak yang harus dikerjakan. Seseorang yang tidak mampu mengerjakan satu hal dengan baik dan benar tidak pantas untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu.

Hal ini juga jadi pengingat bagi diri saya sendiri agar bisa mengatur waktu dan mengemban amanah dengan baik. Jika kita tidak mampu mengemban satu amanah, harusnya kita malu kalau mempunyai banyak amanah sekaligus. Sah - sah saja belok kanan belok kiri dari pekerjaan kantor. Tapi aneh saja kalau sampai - sampai ternyata integritas Anda dipertanyakan, apakah anda mampu mengemban amanah yang diberikan atau tidak.

Jadi, siapkah Anda menerima amanah ? Hanya Anda yang tahu persis jawabannya.